Menlu: Vaksinasi Bisa Turunkan Laju Penyebaran Covid-19

  • Whatsapp

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi menyampaikan vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar penting dan krusial dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19.

Dia menjelaskan, beberapa negara yang telah melakukan vaksinasi secara luas terbukti berhasil menurunkan angka penyebaran virus secara signifikan.

Inggris, misalnya, telah mampu menurunkan kasus harian hingga di angka 5 ribuan dari sebelumnya 60 ribu kasus per hari setelah dosis vaksin yang diberikan mencapai 101,51 persen populasi.

Adapun Amerika Serikat mampu menurunkan kasus per harinya dari sekitar 300 ribu menjadi 12 ribu per hari setelah dosis vaksin yang diberikan mencapai 91,57 persen populasi.

Vaksinasi. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID

“Artinya, vaksinasi adalah salah satu cara untuk menekan jumlah kasus dan melawan pandemi. Sebelum mencapai angka prosentase vaksinasi yang besar, upaya untuk menekan laju penularan virus masih harus dibarengi dengan pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat,” tuturnya.

Agar proses vaksinasi dapat berjalan maksimal dan cepat sesuai target. Retno menjelaskan, pemerintah akan terus berupaya untuk mendatangkan stok vaksin ke tanah air.

Hingga saat ini, pemerintah telah menggunakan tiga jenis vaksin dalam program vaksinasi massal yang ditargetkan untuk menyasar setidaknya 181,5 juta populasi.

Seorang Nakes di Banda Aceh Masuk Rumah Sakit Usai Divaksin
Seorang vaksinator sedang mempersiapkan untuk menyuntik vaksin Sinovac untuk sejumlah tenaga kesehatan di RSUZA, Banda Ace, Senin (15/2/2021). Hotli Simanjuntak | readers.ID

Ketiganya ialah Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm yang semuanya telah masuk ke dalam emergency use listing Organisasi Kesehatan Dunia (EUL WHO). Untuk diketahui, selain ketiga vaksin tersebut, WHO juga memasukkan Pfizer, Johnson and Johnson, dan Moderna dalam EUL mereka.

Dengan masuknya ketiga jenis vaksin yang digunakan pemerintah Indonesia dalam EUL WHO tersebut menunjukkan bahwa vaksin yang digunakan di Indonesia telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal kualitas, keamanan, dan efektivitasnya untuk digunakan pada masa darurat kesehatan.

Penulis: Afifuddin Acal

Pos terkait