Pelaku Begal Ditangkap, Korban Masih Koma

  • Whatsapp

SR (28) pelaku pembegalan seorang wanita, tak bekutik ketika diciduk oleh Tim Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota (Polresta) di rumah orang tuanya, Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, pada Sabtu (10/4/2021).

“SR melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban disaat korban sedang mengendarai sepeda motor,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh, AKP M Ryan Citra Yudha, pada Minggu (11/4/2021).

Yudha mengatakan, kasus pembegalan yang dialami korban bernama Salsabila (23) terjadi di Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, pada Rabu (7/4/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat itu, korban yang sedang mengendarai sepeda motor dan melintas Jalan Syiah Kuala tepatnya di depan Pesantren Darul Ulum, tiba-tiba dipepet oleh pelaku dan coba merampas tas milik korban.

Korban sempat mempertahankan tas miliknya, namun karena tidak adanya keseimbangan sehingga korban terjatuh dari sepeda motornya. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri dengan membawa tas milik korban.

“Pelaku dengan menggunakan sepeda motor matik jenis Honda Vario warna hitam berhasil merampas tas milik koban yang berisikan satu unit telepon genggam merk Iphone X 256 GB, surat-surat penting serta sejumlah uang tunai,” kata Ryan.

Korban kemudian ditolong oleh warga yang melintas untuk kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin, di Banda Aceh.

Kejadian itu lalu dilaporkan warga kepada pihak kepolisian yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pencarian terhadap pelaku.

SR yang merupakan warga Darul Imarah, Aceh Besar ditangkap dan dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Belakangan diketahui jika SR merupakan seorang residivis dan pernah terlibat kasus kriminalitas serupa.

“SR kerap melakukan perbuatan yang sama. Ianya dalam tahun 2021 melakukan penjambretan di tiga lokasi, di antaranya kawasan desa Lampaloh, Kecamatan Lueng Bata, Kawasan Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman dan yang terakhir di depan Pesantren Darul Ulum, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh,” ungkap Ryan.

Akibat perbuatannya, SR diancam hukuman 12 tahun penjara karena dianggap terjerat melanggar Pasal 365 KUHPiana.

“Sementara, korban hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh karena menderita koma (tidak sadar),” ujarnya.

Beranjak dari kasus di atas, Ryan mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang berada di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, agar lebih berhati-hati dan waspada menjelang bulan suci Ramadan.

Warga diminta untuk selalu antisipasi dan mengecek kembali pintu maupun jendela serta kendaraan bermotor yang diparkirkan ketika ingin meninggalkan rumah, baik untuk beribadah maupun ke pusat perbelanjaan.

“Berhati-hati juga dalam berkendara, khususnya para wanita, hindari berkendara ke arah jalanan sepi yang dapat mengundang kesempatan para pelaku kejahatan dalam melancarkan aksinya. Jika ada orang yang mencurigakan di sekitar, jangan segan-segan melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat,” imbaunya.[]

Penulis: Muhammad

Pos terkait