Pintu Masuk ke Sumut Dikawal Ketat, Melanggar Ada Sanksi

  • Whatsapp

Menghindari datangnya pemudik saat libur lebaran 1442 Hijriah, tujuh pintu masuk ke Sumatera Utara (Sumut) dengan provinsi lain akan dilakukan penyekatan secara ketat mulai 6-17 Mei 2021 mendatang.

Kebijakan itu disampaikan dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumut beserta bupati maupun wali kota terkait peniadaan mudik dan upaya pengendalian Covid-19 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, pada Jumat (30/4/2021).

Adapun tujuh pintu masuk yang disekat, di antaranya kawasan Sumut berbatasan dengan Aceh, Besitang-Kuala Simpang, Barus-Singkil, Gajah Putih-Subulussalam, dan Tanah Pinem-Kotacane.

Selain itu yang berbatasan dengan Riau, yakni Kota Pinang-Bagan Batu dan Sibuhuan-Pasir Pangaraian. Terakhir berbatasan dengan Sumatera Barat, Simpang Gambur-Sumatera Barat.

Dalam rapat yang juga dihadiri jajaran Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sumut tersebut, diputuskan bahwa pos pintu masuk akan dijaga 24 jam oleh TNI dan Polri.

Bagi warga yang nekad melanggar, akan diminta untuk memutar arah balik. Jika masih tetap memaksa masuk, akam diberikan sanksi berupa diisolasi selama 5 hari di tempat yang telah disediakan pemerintah setempat.

Direktur Lalu Lintas (Dir Lantas) Polda Sumut, Kombes Pol Valentino Tatareda mengatakan, pos penyekatan selain berada di perbatasan Sumatera Utara, juga didirikan di perbatasan kabupaten kota.

Meski begitu, ada beberapa daerah pengecualian misalnya seperti Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo.

“Ada 73 posko di perbatasan provinsi dan kabupaten kota. Tanggal 6 Mei sudah dilakukan pengetatan dan kami perkirakan, weekend menjelang hari raya, banyak masyarakat yang akan mudik,” kata Valentino, dalam keterangan yang diterima, pada Selasa (4/5/2021).

Sementara, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyampaikan, pihaknya bersama para stakeholder terkait, akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudik saat lebaran.

Ia memastikan bahwa larangan mudik atau pulang kampung untuk tahun ini, bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, khususnya di Sumut.

Dikhawatirkan bila kegiatan mudik tetap bebas dilakukan, maka kasus penyebaran covid-19 di Sumut akan meningkat.

“Evaluasinya, Sumut adalah baik. Saya yakin rakyat Sumut kalau diberi penjelasan, diberikan pengertian mudah-mudahan semuanya nurut. Kita cegat, kita hambat bahkan hentikan perkembangan covid-19,” kata Edy.[]

Penulis: Muhammad

Pos terkait