Setelah Keracunan Gas, Medco Langsung Tutup Sumur

  • Whatsapp

Setelah insiden keracunan masal yang dialami oleh sejumlah warga Aceh Timur, PT Medco langsung menutup sumur yang menjadi sumber keluarnya gas beracun tersebut. Namun, pemantauan di area sumur akan tetap dilakukan secara terus-menerus.

Deputi Operasi BPMA, Edy Kurniawan mengatakan, pasca penutupan di lokasi sumur gas KS-9 dan AS-11, PT Medco juga sudah melakukan pengukuran dan pemantauan H2S (Hidrogen Sulfida).

“Kemarin kita menerima laporan langsung dari operasional manager Medco terkait isu keluhan masyarakat. Sebagaimana diketahui sumurnya kemarin sudah langsung ditutup. Tinggal pemantauan secara terus-menerus di KS-9 dan AS-11,” kata Edy, Sabtu (10/4/2021).

Edy menuturkan, sebenarnya Central Processing Plant (CPP) Medco sudah ditutup sejak 25 Maret. “Jadi sejak bulan lalu sebenarnya tidak ada lagi operasi Medco, karena akan dilakukan perawatan tahunan. Untuk jarak, sumur tersebut berada 2 kilometer dari pemukiman warga.”

Kemudian, untuk proses fracturing sendiri, kata Edy, sebenarnya ada dua sumur yang akan dilakukan perawatan, namun baru terealisasi pada sumur AS-11.

Menurut Edy, kejadian tersebut bermula terjadi saat sumur dibuka untuk suar bakar (flaring) pada jam 00.40 WIB. Saat itu sumur masih mengeluarkan cairan dan gel hasil dari proses pengaliran (fracturing). Dalam proses itu, liquit dan gas dari sumur akan menuju proses pembakaran gas suar bakar setelah dipisahkan (separator).

“Untuk saat ini, penanganan Medco di lapangan terus dilakukan ya. Seperti yang saya informasi, dari jam 09.00 pagi kemarin sebenarnya sudah aman semua,” kata Edy.

Kepada masyarakat, Edy Berharap, agar sudah bisa tenang, karena secara teknis proses flaring tidak terjadi lagi dan sudah berhenti total pada area sumur.

“Jadi kita berharap sebenarnya, bagi warga-warga yang berdampak dari proses flaring ini untuk sudah bisa tenang. Karena secara teknis, pada jam 09.00 WIB kemarin enggak ada flow tidak ada H2S dari sumur, tidak ada gas yang keluar dari setiap sumur yang ada di Alur Siwah,” jelas Edy.[]

Penulis: Rianza Alfandi

Pos terkait