Umrah Bagi WNI Diharapkan Semakin Dekat

  • Whatsapp

Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas akan melakukan kunjungan ke Arab Saudi pada Senin (22/11/2021). Kunjungan itu diharapkan bisa membuat ibadah umrah bagi jemaah asal Indonesia dapat segera terlaksana.

Sepekan sebelum kunjungan, sudah terlaksana Senior Official Meeting (SOM) antara Dirjen Hilman dan Wakil Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Abdulfatah Suliman Hashat.

Dalam SOM disepakati sejumlah hal teknis untuk mengatur dan menyiapkan perjalanan umrah dan haji dari Indonesia. Terutama yang berkaitan dengan protokol kesehatan (prokes) karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Salah satu skenario prokes dalam pengaturan jemaah umrah asal Indonesia adalah pemberian suntikan ketiga atau booster. Nantinya, jemaah yang sudah divaksin menggunakan vaksin corona buatan China –seperti Sinovac dan Sinopharm– bisa diterima tanpa disuntikkan booster.

Kedua belah pihak juga menyepakati agar jangan sampai ada jemaah umrah yang membawa sertifikat vaksinasi dan dokumen kesehatan bodong. Mereka juga menyepakati pelaksanaan manasik terpadu.

Selain itu, Arab Saudi juga mempertimbangkan pemberlakuan masa karantina jemaah WNI (Warga Negara Indonesia) selama 3 hari 2 malam. Periode ini lebih singkat dibandingkan aturan Saudi, yakni karantina 5 hari.

Meskipun sudah dilakukan pembahasan yang komprehensif, tanggal pasti pembukaan umrah bagi WNI belum ditentukan.

Tim teknis Indonesia dan Arab Saudi masih memasak dan mematangkan bersama (to prepare and cook together) skenario, protokol dan penjadwalan yang lebih detail untuk keberangkatan jemaah umrah.

Bahkan, menurut Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah, Indonesia merupakan prioritas dalam masalah haji dan umrah negaranya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Arab Saudi mengumumkan akan mencabut larangan terbang langsung (travel ban) bagi Indonesia.

Dicabutnya larangan itu menjadikan pelaku perjalanan nantinya bisa langsung masuk ke negara tersebut tanpa harus menjalani karantina selama 14 hari di negara ketiga.

Dikutip dari Saudi Gazette, pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Arab Saudi mengatakan kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 1 Desember 2021 pukul 01.00 dini hari waktu setempat.

Selain Indonesia, ada lima negara lainnya yang travel bannya juga telah dicabut, seperti India, Pakistan, Mesir, Brasil, dan Vietnam.

Para pengunjung dari enam negara ini harus menjalani karantina selama lima hari, setibanya di Arab Saudi. Aturan ini berlaku tanpa memandang status vaksinasi Covid-19 mereka.

 

Sumber: Kumparan

Penulis: Redaksi

Pos terkait